Minggu, 16 Maret 2014

PENALARAN


1 PENDAHULUAN
Setiap manusia memiliki penalaran (pemikiran) masing-masing ,dimana dari setiap masing-masing individu dapat menyimpulkan suatu hal atas hasil pemikiran mereka sendiri berdasarkan fakta-fakta yang ada serta sesuai dengan logika. Untuk mengambil kesimpulan tersebut dapat berupa informasi,pengalaman ,atau pendapat para ahli.
Penalaran yang mengahasilkan suatu kesimpulan dapat dilanjutkan dengan suatu tindakan jika kesimpulan tersebut merupakan penyelesaian sebuah masalah dan kita dapat mengetahui apa yang harus dilakukan . Contoh : Saat kita sedang hendak bepergian kesuatu tempat tetapi ternyata cuaca sedang mendung bahkan tiba-tiba hujan turun. apa yang kita lakukan ? disitulah nalar kita bekerja ,mencari sebuah solusi agar kita dapat melanjutkan rencana bepergian kita dengan tetap aman meskipun cuaca mendung dan hujan. mungkin kita membawa jas hujan apabila kita mengendarai sepeda motor atau kita siap sedia membawa payung apabila kita bepergian menggunakan moda transportasi umum ,atau kita mengganti kendaraan yang semula menggunakan sepeda motor atau angkutan umum diganti dengan menggunakan mobil pribadi .
Tujuan dari penalaran atas kasus tersebut yaitu untuk mementukan secara logis,apakah yang kita lakukan itu benar atau tidak sehingga dapat dilaksanakan
. 
 2 PEMBAHASAN
2.1. Pengertian penalaran menurut para ahli 
Bakry (1986:1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
        Suriasumantri (2001:42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.
       Keraf (1985:5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa penalaran adalah kemampuan berfikir seseorang berdasarkan fakta –fakta yang ada dan beberapa fakta tersebut dihubung-hubungkan agar mencapai kesimpulan yang logis.

2.2. Proposisi
Proposisi adalah ungkapan yang dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar-tidaknya. Dengan kata lain proposisi adalah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau ditolak karena kesalahannya
Contoh :
1.      kucing berkaki empat
2.      Sapi dan kambing adalah hewan karnivora
Kalimat pertama adalah pernyataan yang dapat dibuktikan kebebarannya sedangkan kalimat kedua merupakan pernyataan yang dapat ditolak karena kesalahannya.

2.3.Inferensi dan Implikasi
Kata inferensi berasal dari kata Latin inferred yang berarti menarik kesimpulan. Kata implikasi juga berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata implicare yang berarti melibat atau merangkum. Dalam logika, juga dalam ilmiah lainnya, kata inferensi adalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada atau dari fakta-fakta yang ada. Sedangkan implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau efidansi itu sendiri.
Inferensi merupakan suatu proses untuk menghasilkan informasi  dari  fakta  yang  diketahui. Inferensi  adalah  konklusi  logis  atau  implikasi berdasarkan informasi yang tersedia.

2.4 Wujud Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas dan sebagainya yang di hubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Pernyataan tidak mempunyai pengaruh apa-apa terhadap sebuah evidensi, ia hanya sekedar menegaskan apakah fakta itu benar atau tidak.
evidensi itu berbentuk data atau informasi.Yang dimaKsud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu..

2.5 Cara Menguji Data
Evidensi itu berbentuk data atau informasi.Yang dimagsud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu..
Agar data dan informasi dapat di pergunakan dalam penalaran data dan informasi itu harus merupakan fakta. Oleh sebab itu perlu diadakan pengujian-pengujian melalui cara-cara tertentu sebagai berikut :
1.Observasi
2.Kesaksian
3.Autoritas 

2.6 Cara Menguji Fakta
untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian, apakah data-data atau informasi itu merupakan kenyataan atau hal-hal yang sunguh-sungguh terjadi. Pengujian-pengujian melalui cara-cara tertentu sebagai berikut :
1.Konsistensi
2.koherasi

2.7 Cara Menguji Autoritas
1. Tidak Mengandung Prasangka
2. Pengalaman dan Pendidikan Autoritas
3.Kemashuran dan Prestise
4.Koheransi dengan Kemajuan

 3. PENUTUP
Penalaran yang baik tentunya penalaran yangsesuai dengan logika atau kelogisan yang didapat dari sebuah pola pikir yang luas .Mindset atau pola pikir merupaka ciri pertama pada penalaran , karena penalaran merupakan kegiatan berfikir menurut satu pola tertentu. Suatu kegiatan berfikir secara logis dapat ditinjau dari suaru logika tertentu,dan mungkin tidak logis bila ditinjau dari sudut logika yang lain. Sifat analitik menjadi ciri kedua pada penalaran , sifat analitik bias dikatakan sebagai “konsekuensi” dari adanya suatu pola pikir tertentu. Tanpa adanya suatu pola pikir tersebut tidak aka nada kegiatan analisis. Karena pada hakikatnya analisis adlah merupakan kegiatan berfikir yang mendasarkan diri pada langkah-langkah tertentu.

Daftar Pustaka
http://komunitasfilsafat.blogspot.com/2011/07/mindset-dan-sifat-analitik-ciri-utama.html

soal-soal :
1.  pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau ditolak karena kesalahannya adalah pengertian dari …
a.      Proposal
b.      Proposisi*
c.       Implikasi
d.      Komplikasi
2.      Apa arti dari kata latin “implicare” …
a.      Merangkum*
b.      Kesaksian
c.       Kesimpulan
d.      Kepedulian
3.      Berikut adalah cara-cara menguji data…
a.      Konsistensi, observasi dan koherasi
b.      Autoritas , observasi , dan prestise
c.       Kesaksian, konsistensi , dan koherasi
d.      Observasi , kesaksian , dan autoritas*
4.      Penalaran adalah …
a.      Kemampuan berfikir yang berdasarkan fakta-fakta yang ada
b.      Kemampuan berfikir yang sesuai dengan logika untuk menarik sebuah kesimpulan
c.       Jawaban a dan b salah
d.      Jawaban a dan b benar*
5.      Apa tujuan dari kegiatan menguji fakta …
a.      Untuk menetapkan apakah data tersebut merupakan fakta*
b.      Untuk menguji kelemahan data tersebut
c.       Untuk membuat fakta tersebut menjadi popular
d.      Untuk melancarkan pola pikir seseorang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar